4.02.2013

Rumah Ketiga : A Place Where Our Hearts Reside

Ikut-ikutan Uwi ah yang pernah cerita soal rumah yang pernah mereka tempati. 
Gw juga mo cerita soal rumah dimana kami pernah bernaung. 
Berteduh dari teriknya panas dan berlindung dari rinai hujan.

Sehari setelah menikah tanggal 23 Desember 2007, keesokan harinya gw dan Hani langsung berangkat bulan madu ke Yogya. Kami menghabiskan kurang lebih 5 hari di Yogya, termasuk di Kaliurang dan 2 hari di Solo.

Rumah Pertama : Taman Rafflesia, Bekasi Timur.
Sepulang dari bulan madu, kami tinggal di Taman Rafflesia, Bekasi Timur. Inilah adalah rumah tempat gw dan Hani bernaung untuk pertama kalinya sebagai suami isteri. 

Di rumah ini jugalah, athia mengalami masa-masa transformasi dari seorang bayi menjadi seorang toddler.

Yang mengherankan bagi banci kopdar kayak gw, walaupun sebenarnya kompleks gw dan kompleks Mbak Lidya di Pondok Hijo terhitung tetanggaan selemparan kolor, namun kami justru gak pernah kopdar lho. 
Saat itu sih. 
Malah setelah gw pindah, gw udah 2X ketemu Mbak Lidya. Hihihi

Hmmm...gak terlalu banyak kenangan menyenangkan yang mampu gw ingat selama tinggal di kompleks ini. 
Satu per satu masalah mulai muncul dari lingkungan sekitar yang bikin gak nyaman. 

Setelah beberapa lama, gw mikir mungkin salah satu hikmah di balik musibah itu, kami kayak 'dipaksa' ditakdirkan untuk meninggalkan rumah ini dan pindah ke tempat lain untuk melanjutkan hidup.

Itulah salah satu alasan kenapa gw dan Hani gak tertarik untuk kembali ke daerah ini lagi.

Namun di sisi lain, berkat tinggal di kompleks inilah, gw mengenal sosok sang Nenek Istiqomah, begitu Mbak Rina memanggilnya.

4.01.2013

Katakan Cinta Untuk Yang Ke-Tak-Terhingga Kalinya

Bulan April adalah bulan penuh cinta buat Momom.
Gimana gak. 
Dua laki-laki yang paling Momom sayang dalam hidup Momom lahir di bulan ini.
Dua pria hebat dalam hidup Momom

Di mulai dengan hari pertama di bulan April.

Aaah, entah kenapa rasanya seperti beberapa hari yang lalu Momom menuliskan postingan ini.
Tau-tau waktu kayak terus berlari. 

Dan kemudian datang juga akhirnya hari ini, 1 April 2013
Hari ini gak ada yang benar-benar berbeda dengan hari-hari biasanya.
Tidak setelah kehadiranmu di tanggal 1 April 2009.

Karena sejak tanggal itu, setiap momen terasa begitu berbeda. Begitu istimewa.

3.28.2013

Profesi Yang Paling Berat

Salah satu temen gw yang belum menikah kayaknya gak paham deh kenapa kami yang udah emak-emak,sibuk pusing mikirin anak sampe sedetail itu.

Entahlah, mungkin gw yang terlalu lebay kali ya.
Tapi yang gw rasain bahwa menjadi tanggung jawab seorang ibu itu jauh lebih berat daripada menjadi seorang wanita pekerja lho.

Waktu gw mencari inspector ataupun sekretaris, rasanya gw gak sampe segitu risaunya apakah gw merekrut orang yang terbaik untuk melakukan pekerjaannya.

Gw baca CV nya, kasih beberapa test, kemudian interview yang berhubungan dengan kerjaan dan kalo emang dia yang memenuhi segala persyaratan, maka orang tersebut akan gw rekrut. 
Selanjutnya gw tinggal review performancenya aja. Kalo gak memuaskan, cari yang lain. So simple, rite ?

Tapi ternyata gak sederhana itu kalo gw mencari orang untuk menjaga anak gw selama gw bekerja.

3.13.2013

Check List Indah Dalam Mencari Rumah Idaman

Seperti yang gw ceritain di sini, kalo Sabtu 9 Maret yang lalu akhirnya rumah Idaman kami resmi diserahterimakan ke kami setelah penantian kurang lebih sekitar 4 bulanan.

Walopun sebelumnya gw dan Hani udah pernah ngalamin yang namanya proses Serah Terima Rumah ini dengan rumah yang lain, tapi kali ini kok rasanya beda ya. 

Malahan seinget gw, developer rumah kami yang sebelumnya hanya menitipkan dokumen dan kunci rumah pada saat kami menandatangani akad kredit di bank. 
Wedeeew...dan karena gw saat itu belum pengalaman, jadi ya maen terima-terima aja lagi. 

Things happen for a reason.
Indeed.

Ternyata walopun gw harus mengalami banyak ujian ketika kerja di salah suatu public company yang bergerak di bidang property di Serpong tahun 2011 yang lalu, namun salah satu hikmah yang bisa gw petik adalah sekarang gw gak bego-bego amat dalam masalah properti. :p

Alhamdulillah, walopun selama kerja di sana gw sempat merasa kurang mendapat support dari temen-temen satu divisi di Marketing apalagi Department Promosi, namun justru temen-temen gw di Dept Teknik, Planning, Estate Management, Customer Relation dan Legal sama sekali gak pelit membagi ilmu mereka dengan gw. 

Jadi sewaktu gw membeli rumah idaman ini, gw udah gak blank sama sekali kayak dulu.

3.11.2013

Gelang Pengikat Persahabatan

" Saat dia mengangkat gelas wine dan say " Cheers" bersama yang lain, 
Mungkin dia lupa sisa airmatanya yang kini mengering di pundakmu. 
Ketika suatu situasi memaksanya untuk berkomunikasi kembali denganmu, 
angin dingin berhembus mempertegas kesunyian di antara kekakuan kalian. 
Dan kamu memutuskan untuk berhenti. 
Berhenti menganggap dia pernah ada dalam friend list mu. 
Karena saat itulah rasa muak mulai menggerogoti hatimu"

#curcol niyeee. :p

#curcol yang gak penting. 
Yang terpenting salah satu celebs Surabaya bilang kalo dia pengen ketemu dengan gw. Ngomongnya di depan publik pulak kan. (read : maksudnya ngetweet)

Celebs Suroboyo yang gw maksud adalah temen blogger gw, @ndutyke yang harusnya mulai ganti branding menjadi @semogtyke ato @seksoytyke karena ternyata aseline dese sama sekali tidak gendut. 
Huh, lagi-lagi wanita tuh ya, suka banget membohongi publik.

Nah, ceritanya selama wiken kemarin dese honeymoon dengan Abi sekaligus menggelar acara jumpa fans di beberapa kota besar. 
Untuk kali ini kayaknya baru digelar di dua kota ya, Mem. 
Yakni Bandung dan Jakarta.

Dan Alhamdulillah, dari sekian puluh ribu penggemar @ndutyke, gw adalah salah satu penggemar yang dikirimi undangan untuk acara Jumpa Fans ini di Jakarta. 
Super Duper Yay!!!...

3.07.2013

Support Group

Entah mengapa kalo di kelas Athia gak suka makanan bekal yang gw bawa dari rumah. Heran deh. Padahal kalo nyampe rumah, bekal yang gak disentuhnya tadi dimakan sampe habis.

Dia lebih suka nyomot bekal teman sekelasnya. Dan untungnya bekal yang sering dicomot Athia itu adalah bekalnya Nico, anaknya Mama Resti temen gw di Supermoms Indonesia.

Yang membuat gw terenyuh adalah ketika Resti justru nawarin yang intinya begini : kalo gw gak tersinggung, dia gak keberatan kok bawain bekal lebih buat Athia dan Nico. 

Dan alih-alih tersinggung, gw malah dengan sante bilang " Oh ya udah. Mau kok. Makasih ya, MaRes " *PLAK! harusnya kamu malu, Ndah!!! :p*

Yang lebih mengejutkan adalah respon Hani waktu gw cerita ini ke dia : " Kok bisa ya, Mom ?"

3.06.2013

Bijak Memilih Kurikulum Sesuai Rencana Pendidikan Anak

*kibas-kibas blog yang lama ditinggalkan*
Punten ya, teman-teman tercintah. 

karena kesibukan gw akhir-akhir ini, baru sekarang gw sempet nulis cerita soal seminar yang ini.

Memang judul seminar " Mengirim Anak ke Sekolah Internasional : Gengsi ? Mencari Prestasi ? Atau malah membuat anak frustasi ? " mengesankan seminar ini akan fokus membahas sekolah Internasional. Tapi apakah kemudian seminar kemarin hanya bermanfaat bagi yang resah pengen menyekolahkan anaknya ke sekolah Internasional ?

Silahkan duduk manis dan monggo lanjutin baca cerita eike. 

Berbeda dengan seminar kami yang terdahulu yang hanya mengandalkan dresscode, di seminar terakhir kemarin kami semua patungan untuk membeli seragam masing-masing. Bukan seragam ala cinderella gitu deh. 

Sederhana kok.
Hanya polo shirt pink fuchsia yang dibordir dengan tulisan Supermoms dan blue jeans. Simple but chic.