9.08.2011

Tantangan Selama Maidless

Dari cerita mudik, lanjut lagi ah cerita soal ujian terbesar Momom Athia saat Maidless.
Sementara para emak-emak lain curcol soal tugas domestik sepeninggal ART, Untungnya gw dikaruniai seorang suami yang sangat pengertian. Jadi gw dan Hani langsung berpartner dalam tugas domestik ini.

Indah (17tahun ke atas) : Nyuci, ngejemur, nyapu, ngepel, beberes, nyuapin Athia, mandiin Athia, boboin Athia.
Hani (matang) : Nyuci piring, masak, nyetrika, bersihin halaman, nyuci mobil, ngejar-ngejar Athia.


Buat gw pribadi, yang paling pegel itu bukan ngerjaiin kerjaan domestik lho ya. Karena kadang Sabtu-Minggu, gw pun masih ikut bantu Mbak ngerjain kerjaan rumah. Lagian waktu awal-awal nikah kan kami udah terbiasa ngerjain ini semua tanpa ART. Naaah yang bikin spanneng pangkat 3, plus diintegral itu adalah mengontrol emosi saat capek.


Ngerasain Dua Kali Malam Takbiran

Senin-Selasa-Rebo kemarin dalam perjalanan ke kantor, ngerasain JAKARTA agak lengang.
*sengaja hurup gede demi ditujukan untuk teman-teman kantor lama gw di Cikarang, yangmana gw tau kalian diam-diam suka baca blog gw juga kan. Hahaha..*

Alhamdulillah, lebaran tahun ini terasa hikmah dan indah dari tahun sebelumnya.
Senin malam, gw, Hani, Athia nyempetin berbuka puasa di rumah nyokap gw. Hari itu menjadi buka puasa terakhir kami di bulan Ramadhan 1432H. Walopun takbir belum menggema, tapi kami tetap merasakan 'malam takbiran' di rumah nyokap gw. Gw melow, mewek seperti biasa. Kangen almarhum bokap gw.

Hari Selasa, tanggal 30 Agustus kemarin, selepas shalat Ied di Arcici club, deket rumah nyokap, silahturahmi dengan beberapa keluarga gw di sekitaran situ juga (walopun ternyata mereka masih puasa hari itu). Gak pake lama ngendon makan opor di tiap rumah sih, karena jam 10 pagi gw langsung cabs cus menuju pelabuhan Merak. Tahun-tahun sebelumnya kami biasanya mudik dengan menggunakan pesawat.

Pernah kejadian, dua tahun yang lalu kami memesan tiket pesawat untuk mudik di hari lebaran pertama. Jadi gw pesen tiket kan awal puasa. Eeeh begitu menjelang lebaran, ternyata pemerintah memajukan hari lebaran. Jadilah tanggal kami mudik jatuh di lebaran hari ke-dua. Pengalaman dari situ, akhirnya tahun ini kami mutusin untuk mudik melalui perjalanan darat. Toh Athia udah gede ini, kan ?

9.06.2011

Day 3 & 4 : Off to ( Green Garden Hotel ) Kuta

Day 3
Seakan bener-bener lupita dengan kejadian semalam, kami bangun dengan enak. Puas karena bobo semalam enak beneur. Gak mau susah-susah kayak kemarin jadi kami pesen breakie dari hotel aja.


Selese mandi, breakie kami pun check out dari Tegal Sari. Dalam perjalanan menuju Kuta, gak lupa mampir dulu beli cemilan di Alfa Mart buat Athia dan Momom. Seperti yang gw bilangin di postingan sebelumnya, karena searah menuju Kuta, kami akan singgah dulu ke Bird Park di daerah Batubulan.


Gw gak mampir ke Pasar Seni Ubud maupun Pasar Sukowati untuk belanja souvenir. *biasalah Momom Athia kan demen beli souvenir buat temen-temen di kantornya*. Soalnya kata Nuke kalo gak bisa nawar bisa digetok harganya belanja di sono. Wahduh. Mana gw termasuk tipe yang gak bisa nawar pulak. Lagian gw baca di thread FD katanya kalo belanja souvenir printil-printil, bukan barang khusus gimana gitu, mending beli di Erlangga ato Khrisna di Kuta aja. Gak pake nawar, pake AC dan toh harganya juga gak jauh beda kayak di Pasar Sukowati. OK deh kakaaaak...

8.26.2011

Selamat Idul Fitri 1432 H

Taqabballahu minna wa minkum
Shiyamana wa shiyamakum
Taqabbal yaa kariim


Lafamilledewijaya : Hani, Indah dan Athia mengucapkan selamat Idul Fitri 1432 H.
Mohon maaf lahir batin kalau jika dirasa selama ini ada perbuatan maupun perkataan yang salah baik disengaja maupun tidak disengaja.

Hati-hati di jalan bagi yang mau mudik. Rencananya setelah Shalat Ied di mesjid dekat rumah nyokap gw, kami baru mudik ke rumah mertua gw di Lampung.

Sampai ketemu setelah lebaran....ditunggu oleh-oleh cerita seru mudiknya yaaa....

Terlalu Sayang Untuk Didelete

Hari ini hari terakhir gw bekerja di Cikarang. Mulai abis lebaran, gw akan mulai bertugas di daerah BSD.

Pas gw lagi ngapus-ngapusin file-file pribadi di kompie, gw juga menemukan email-email lama di folder email gw. Dari tahun 2003 masih gw keep aja. Salah satunya adalah folder cherie. Isinya adalah email-email gak jelas antara gw dan seseorang yang lagi pedekate sama gw. *UHUK*.

Kayaknya terlalu sayang aja deh untuk didelete begitu aja. Gw pun memindahkannya ke email pribadi gw. Sebagai salah satu kenangan manis perjalanan cinta kami.

Salah satu email yang bikin gw melayang-layang sayang untuk menghapusnya adalah email yang ini :

--------------------original message-----------------
From : Hani Wijaya (mailto: xxxxx@yyyy.com)
Sent : Tuesday, August 01, 2006 3:03 PM
To : Kurniawaty, Indah
Subject : ini

Beberapa kutipan rayu gombal ABABIL Jakarta yang akhirnya membuat gw melting bak cokelat terkena panas...nyehehe

..................
gue udah merasa nyaman ma loe, dan pengin menata masa depan dengan loe, gue ada harapan ke loe menjadi pendamping buat gue, jadi pasangan hidup gue. Gue melihat loe punya soul yang setidaknya kita berdua saling mengisi 
.....................
I'm totally yours. Hanya loe yang ada di hati gue. Insya Allah goal gue adalah menikah ma loe, menata hidup ma loe, menghabiskan hidup ma loe (agak menggombal...tapi gue serius ma loe)
Yang jelas gue sangat menikmati hubungan kita...... gak ada wanita manapun yang ada di hati gue kecuali loe...gue sayang sama loe...ke depan adalah PR buat kita berdua.


Sayang.... gue cinta ma loe!

I Luv U
 
Hani
 
Tapi setelah membaca kembali email yang dikirimkan suami gw waktu masih bujang membuat gw berpikir satu hal.
 
Kenapa setelah jadi suami dan bapak dengan satu anak, pria yang sama tidak pernah lagi mengutarakan kalimat-kalimat macam gini ke wanita yang sama ya ? *mewek*.
 
Even gw paksa-paksa, gw ngambek minta dikirimin ucapan cinta yang romantis, jawabannya " Halaaah, Diriku bukan pria romantis gitu ah, Mom..." (red: sejak menikah, panggilannya berubah, Ti. Gw aja yang tetep sama manggilnya!)
 
Lah terus yang ngirim email-email romantis ke gw sebelum tahun 2008 itu jadinya sapa doong ? Bingung kan loe!
 
Eniwei, I love you, Han...*etapi rayuuu lagi kayak waktu masih gadis dulu dooong*

8.25.2011

Day 2 Bali's Trip : Trauma Horor

Day 2
Bangun tidur tanpa diuber-uber schedule itin itu ternyata nikmat banget ya. Yang pernah baca itin Singapore's trip kami pasti tau betapa padatnya itin kami dua kali liburan di Negeri Singa itu. Bener-bener kayak berlari mengejar waktu itin. Fun tapi capek. Nyehehehe...Inilah yang bikin beda dengan liburan ke Bali kali ini. Gw sama sekali gak nyiapin itin! Yes! Mengalir aja, suka-suka arteis hati.

But there is no such thing called perfect holidays!  Kesulitan kami di Ubud ini adalah mencari makanan halal. Boleh dibilang lebih susye cari makanan halal di Ubud lho ketimbang di Singapoh. Karena gak beli paket breakie dari hotel, Kami terpaksa cari sarapan dari ujung ke ujung Ubud sampe lewatin Pasar Seni Ubud. Kirain kayak di Singapoh, gampil cari makanan halal. Tapi sampe akhirnya kami coba Warung Murni yang famous itu.
The Famous Warung Murni
Kami berharap Warung Murni udah buka jam 8 pagi. Soalnya beberapa resto yang kami lewatin masih belum pada buka jam segitu. Begitu mendapati Warung Murni udah buka, tadinya kami udah ngerasa bahagia sentosa. Apalagi ngeliat pemandangan resto nya yang terletak pas di pinggir jurang, bagus banget deh. Gw jadi tambah laper. *lah, apa hubungannya ya?*

Eeeh tapi saat mengintip di daftar menunya terdapat tulisan "pork", gw dan Hani jadi mundur pelan-pelan.

Emang Gw dan Hani sih bukan tipe yang alim-alim banget ato fanatik gitu. Tapi kalo udah ngeliat dan sadar di daftar menu ada yang gak halal, masa sih diterusin juga. Setelah muter-muter gak nemu resto yang cucok, akhirnya cuma sarapan Sari Roti beli di Alfa Mart di deket hotel juga. Hiks. Roti ? ya roti. Ah mana nampol yang beginian di perut gw sama Athia. *perut kriyuk-kriyuk*. Kami ini sangat Indonesiah sekali. Jadi lebih milih sarapan nasi uduk yang ngenyangin ketimbang sarapan ala londo kayak roti gitu. Jatohnya cuma cemilan doang di perut kami. *sigh*

My Good Bye Letter

Sebenarnya postingan ini lebih ditujukan untuk dokumentasi gw sendiri saat mengirimkan farewell letter ke temen-temen kantor, kolega gw, customer dan vendor.

Hanya sekedar mengingatkan gw bahwa betapa gw sebenarnya sangat mencintai pekerjaan gw. Orang-orang yang selama ini udah bekerja sama dengan gw. *pilu*

Dear friends, colleagues, valuable customers and vendors,

For more than 8 years, I got some emails with subject "farewell" from many colleagues around region. But when the time has to come to myself to say good-bye, I never expect that it will be this hard.

As many of you probably know, tomorrow is my last day at work.
I want to bid farewell to you all and inform you that I am leaving my position at PT. PL* Indonesia to pursue career oppurtunities.

I want to take a few minutes today to convey my thought in being part of Quality team of PT. PL* Indonesia for the last 8 years.
It's been great interacting and knowing each one of you.
Working with all of you is one my million blessings.

And I'd like to thank you for your support and encouragement during my service to this company.

However, I feel that it is time for me to move on to new opportunities.
To spread my wings and to catch up new challenges that I've been dreaming of.

The decision was not an easy one and it took a lot of consideration. I think this decision is in the best interest toward fulfilling my career goals.

I also would like to say special thanks to my beloved team (both Quality and Testing) for the support and the effort that you've given. We might be not one of the perfect teams, but I couldn't ask for a better one.

Special thanks to my boss, the one who has given me the opportunity to learn, to have the experience and to grow.

Last but not least, I just want to walk out the door in grace and appreciation. Just like the same way when I walked in this company 8 years ago.

Surely I will miss working with you, guys. I wish nothing but the success for PT. PL* Indonesia and all of you.

Good luck and thank you so much.

Sincerely yours,
Indah Kurniawaty

Please execuse my poor English. Maklum gw bukan sok kegayaan nulis Good Bye letter ini pake Bahasa Londo. Tapi karena ini juga gw kirim ke kolega yang londo-londo itu lah. Lah kalo gw nulis pake Boso Jowo yo piye mereka iso ngerti. Harus buka google translate dulu dong.

Dan saat gw membaca reply dari mereka satu per satu...gw pun mulai berurai air mata. 

Miss you already, guys!